Produk
Product Branded Original Langsung Dari DistributorResmi
Harga
Harga lebih murah dari ShowRoomnya
Garansi
Garansi Resmi 1 Tahun & 2 Tahun, Claim Garansi Langsung Service Center

I am a broker, I am not a dropshipper

Pedagang Muslim Wajib Jujur

Apa itu Broker?
Broker(Inggris) atau Simsar(Arab) dan di Indonesia Lebih di kenal Dengan Sebutan Makelar,Pedagang Perantara atau Calo dalam Jual-Beli Adalah:

1.Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), yang dimaksud makelar adalah perantara antara penjual dan pembeli. Disebut pula broker, makelar, cengkau, dan pialang.
2.Makelar berasal dari bahasa arab, yaitu samsarah yang berarti perantara perdagangan atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. (Zuhdi, 1993: 121)
3.Makelar adalah pedagang perantara yang berfungsi menjualkan barang orang lain dengan mengambil upah atau mencari keuntungan sendiri tanpa menanggung resiko. Dengan kata lain, makelar itu ialah penengah antara penjual dan pembeli untuk memudahkan terlaksananya jual beli tersebut. (Mujtaba, 2007: 239)

Dalam persoalan ini, kedua belah pihak mendapat manfaat. Bagi makelar (perantara) mendapat lapangan pekerjaan dan uang jasa dari hasil pekerjaannya itu. Demikian juga orang yang memerlukan jasa mereka, mendapat kemudahan, karena ditangani oleh orang yang mengerti betul dalam bidangnya. Pekerjaan semacam ini, mengandung unsur tolong menolong.

Akad yang di Gunakan Pada Transakasi atau Kegiatan ini Adalah “Akad Samsarah/Akad Perantara”.

Kriteria Seorang Broker/Makelar/Simsar:
Seorang makelar harus memiliki kriteria sebagai berikut.
1.Berpengalaman menjual barang dagangan tersebut dan tentang barangnya.
Hal ini supaya dia tidak membuat kecewa atau merugikan penjual atau pembeli.
2.Jujur dan amanah.
3.Tidak berbasa-basi dengan salah satu pihak, sehingga dia menerangkan kelebihan dan kekurangan barang tersebut apa adanya.
4.Tidak menipu pihak manapun.

Berikut ini jawaban al-Lajnah ad- Daimah:
Apabila terjadi kesepakatan antara makelar, penjual, dan pembeli, apakah makelar mengambil upah dari pembeli, atau dari penjual, atau dari keduanya, upah yang diketahui ukurannya maka hal itu boleh saja. Tidak ada batasan atau prosentase upah tertentu.
Kesepakatan yang terjadi dan saling ridha tentang siapakah yang akan memberikan upah, hal itu boleh. Akan tetapi, semestinya itu semua sesuai dengan batasan kebiasaan yang berjalan di tengah masyarakat tentang upah yang didapatkan oleh makelar dapat imbalan pekerjaannya yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli. Selain itu, tidak boleh ada mudarat atas penjual maupun pembeli dengan upah yang melebihi kebiasaan. (Fatawa al-Lajnah)
Jadi Kami(Okewatch.com) di Sini Bertindak Sebagai Perantara/Makelar dalam Penjualan Jam Tangan yang Posisi Barang Masih Berada di Distributor Jam Tangan atau Agen Jam Tangan.
Karena Barang yang Kami Pajang/Display di Website Kami(Okewatch.com) Hanya Sedikit Model yang Kami Stock, Sebagian Besar Produk/Jam Tangan Masih Berada di Distributor Jam Tangan Atau Agen Jam Tangan.

Kami(Okewatch.com) Telah Sepakat dan Menjalin “Akad Samsarah” Kepada Distributor Jam Tangan dan Toko Kenalan, Untuk Membantu Menjualkan Barang Dagangannya dengan Kesepakatan Harga Serta Kami Menjualnya Kepada Pembeli Dengan Mengambil Keuntungan yang Sewajarnya.

Kami(Okewatch.com) Telah Mendapat Izin Dari Pemilik Barang (Distributor Jam Tangan) Untuk Mengambil Keuntungan Sekehendaknya (Tentunya Dalam Batas Kewajaran).

Kami Bukan Dropshipper:
Menurut Pendapat Kami (Okewatch.com)
Dropshipper Adalah Pelaku atau Seseorang atau Perusahaan yang Menjual Barang Melalui Media Internet dengan Menjual Produk Orang Lain Tanpa Melihat Barang yang di Jual dan Belum Memiliki Barang yang Ia Jual dan Meminta Pemilik barang yang Dia(Dropshipper) Jual Agar mengirimkan Ke Pembelinya dengan Mencantumkan Nama dan Contact Dia(Dropshipper).

Pandangan Kami (Okewatch.com):
1.Dropshipper Tidak mengenal Barang yang Dia Jual dan Tidak melihat Cacat atau Tidak nya Produk /      Barang.
2.Ketika Barang Sampai Ke Pembeli dan Ada Masalah,Pembeli Komplain Ke Dropshipper dan                      Dropshipper Kompalin ke Penjual Tanpa Melihat dan Mengetahui Barang yang di Jual.
Contoh Kasus: Dropshipper mendapat Orderan, Mengirimkan Data ke Penjual Agar mengirimkan                                       Barang/Produk Kepada Pembelinya.produk Sebelum diKirim Oleh Penjual di Cek dan                                   Kondisi Bagus dan di Packing Rapi dan Aman agar Tidak Rusak.
Dropshipper Mendapatkan Komplain Karena Barang yang di Kirim Rusak dan                                                 cacat. Padahal yang dikirim Penjual Barangnya oke dan Bagus.Jadi Otomatis                                                   Dropshiper Komplain ke Penjual.
Jadi Dalam Hal ini Membingungkan Dropshipper, Siapa Yang Dia Percaya???
Penjual atau Pembelinya???
Bisa jadi Pembeli Memiliki Barang Sejenis yang Rusak dan Berniat                                                                     Menipu/Mengelabui.
3.Dropshipper Tidak mengenal Si Penjual dan Menjualkan Ke Pembeli yang Tidak Dia Kenal.
Contoh Kasus: Dropshipper mendapat Orderan, Mengirimkan Data ke Penjual Agar mengirimkan                                       Barang/Produk Kepada Pembelinya. Si Penjual Ternyata Penipu dan Tidak                                                       Mengirimkan Barangnya.Atau mengirimkan Barang Yang Cacat Kepada Pembelinya.
Siapa yang Dirugikan???

 

“I am a broker, I am not a dropshipper”
Jadi Kami Adalah Broker/Simsar/Makelar yang Menjualkan Barang yang ada di Distributor/Agen Jam Tangan Original Maupun Toko Kenalan Yang Telah Mendapat Izin Dari Pemilik Barang (Distributor Jam Tangan) Untuk Mengambil Keuntungan Sekehendaknya (Tentunya Dalam Batas Kewajaran),dan Kemudian Memasarkan
Produk/Jam Tangan Original di website Kami Okewatch.com dengan Harga Kompetitif/Bersaing dan Lebih Murah dari Harga Showroom yang Menguntungkan Pembeli dan Memudahkan Pembeli Melakukan Transaksi.

Kami Bukan Dropshipper yang Hanya Memajang Katalog Jualan di Website Tanpa Mengenal Produk yang di jual dan Tanpa Melihat Produk yang dijual. “Kami Bukan Jual Kucing Dalam Karung”

 

Silahkan di Baca Terlebih Dahulu Pada Halaman Barang Yang di Jual. Karena ada 2 Akad yang kami Layani:
1.Akad Jual-Beli (Jika Kami Memiliki Stock Barang)
2.Akad Samsarah (Jika Barang Masih Berada di Distributor Jam Tangan dan Toko Kenalan)

 

Semoga Alloh Subhanahuwata’ala Memudahkan Urusan Kami dan Menjadikan Berkah Atas Usaha Kami.
Semoga Kami(Okewatch.com) Menjadi Lebih Baik dari Hari Ke Hari. Amin.

 

Rabu, 19 Rajab 1437 H / 27 April 2016
Salam

Okewatch.com

 

Keranjang>>
154633161592593